Muatan Lokal Perpustakaan Universitas Negeri Malang - UM Digital Repository - UM Institusional Repository
 

Pencarian » Abstrak

 

KARYA ILMIAH - SKRIPSI

 


Using dialogic feedback process to uplift prospective English language teachers' teaching competence / Fazri Nur Yusuf

-- (Read : 3 Times)
 


Kode Buku : Rd 428.0076 YUS u

Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris 2017
 

ABSTRAK

Yusuf, Fazri Nur. 2017. Using Dialogic Feedback Process to Uplift Prospective English Language Teachers’ Teaching Competence. Dissertation. Doctoral Degree in English Language Teaching, State University of Malang. Advisors: (I) Prof. Utami Widiati, M.A., Ph.D., (II) Prof. Dr. Yazid Basthomi, M.A., (III) Prof. Bambang Yudi Cahyono, M.Pd., M.A., Ph.D.

Keywords: dialogic feedback process, teaching practice, student-teacher, teacher-supervisor, teaching competence, teacher education
The preliminary study of the present research had revealed that the dialogs at post-lesson conference of teaching practice programs were considered ineffective. The post-lesson dialogs of the study lent them questions on how to put the feedback into the prospective teachers’ actionable teachings. The feedback provision on their teaching in the dialogs with their supervisor had been considered confusing and unclear. The preliminary study reported that the prospective teachers found it difficult to review back their teachings and to identify the focus on their teacher-supervisors’ comments. They found that they had been reluctant to raise questions during the dialogs over their teachings. These resulted in difficulties in putting new insights of the post-lesson conference into their teaching practice. In few cases, the different perspective they had with their teacher-supervisors in the dialogs ended up with no reconciliation and improvement. Therefore, the preliminary study’s findings argue for a need to utilize dialogic feedback process to solve the aforementioned problems.
The present action research was conducted to investigate how dialogic feedback process (DFP) could be implemented to uplift prospective English language teachers’ (PELT) teaching competence. The DFP was adapted from Gibbs (2014) based on works of Bakhtin (1981, 1984). The data collection involving 13 fourth-year college students majoring in ELT taking Teaching Practice Course who were supervised by four coordinating teachers serving as supervisors (SP) was by series of five-scale teaching observations, close and open-ended questionnaires, and semi-structured interviews. The data gathered focusing on four components of teaching competence were further analyzed quantitatively and descriptively mainly using principles of dialogism of Bakhtin (1981, 1984) and feedback triangle of Yang and Carless (2013).
The results indicated that within a series of teaching observations over the dialogic feedback process implementation and based on the success criteria formulated, the PELTs were likely to make betterment of their teaching competence on four components indicated by the scores; in designing and executing instructional activities, in developing teaching materials, in making use of instructional media, and in monitoring learning and conducting assessments. It was revealed that the DFP not only uplifted the PELTs’ teaching competence but it was also responded positively to increase their awareness in doing reflection on their teaching, to narrow down power distance between prospective teachers and their supervisors, to reduce uncertainty avoidance, and to encourage collectivism. Their responses also indicated that the PELTs eventually could adjust different feedback provision processes and took benefits from. By doing so, they could utilize and optimize their strengths and potentials to scaffold their capacity and to cope with the identified drawbacks, constraints, and barriers in their teachings. These factors could create sense of identity and self-esteem. In the end, this was beneficial for PELTs’ learning to take place and create a positive and conducive learning atmosphere.
Beyond the achievement gained, some conclusions could be drawn. First, conducive learning atmosphere was considered a powerful factor to enhance a successful dialogic feedback process implementation. Second, teaching competence improvement could be reached when dialogic feedback process is understood, timely, and specific by supervisors and prospective teachers as a holistic and scaffolded in Tutorials and Assessments. Third, a successful dialogic feedback process implementation could be served well by supervisors who were equipped themselves with sufficient knowledge about and skills in English and its language teaching and learning and in feedback provision process with strong and solid conceptual bases as feedback providers. Fourth, systematic, well-managed, and continuous trainings prior to and during the dialogic feedback process implementation enabled supervisors to scaffold, shape and integrate their knowledge and skills, prior to their background knowledge, educational background, and teaching experience, in more specific, focused, and timely feedback provision process. Fifth, meaningful, actionable, and focused feedback provision served as an on-going assessment of the prospective teachers that encourages them to culturally and interculturally aware, to experience ZPD and to be self-regulated.

ABSTRAK
Yusuf, Fazri Nur. 2017. Optimalisasi Proses Umpan-Balik Dialogis untuk Meningkatkan Kompetensi Mengajar Calon Guru Bahasa Inggris. Disertasi. Program Doktoral Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Negeri Malang. Promotor: (I) Prof. Utami Widiati, M.A., Ph.D., (II) Prof. Dr. Yazid Basthomi, M.A., (III) Prof. Bambang Yudi Cahyono, M.Pd., M.A., Ph.D.

Kata Kunci: proses umpan-balik dialogis, PPL, mahasiswa praktikan, guru pembimbing, kompetensi mengajar, pendidikan guru
Studi pendahuluan pada penelitian ini menunjukkan bahwa dialog pada konferensi pasca-kelas dalam Program Pengenalan Lapangan (PPL) belumlah efektif. Ketidakefektifan dalam studi awal tersebut ditengarai terletak pada bagaimana menempatkan umpan-balik kedalam proses mengajar calon guru secara praktis. Umpan-balik yang diberikan cenderung membingungkan dan tidak jelas. Studi awal tersebut juga melaporkan bahwa calon guru kesulitan mereviu cara mengajar mereka. Selain itu mereka juga kesulitan mengidentifikasi fokus komentar dari guru pamong. Mereka pun jarang bertanya saat dialog terjadi. Hal-hal tersebut menyebabkan mereka kesulitan menerjemahkan komentar guru pamong kedalam proses mengajar. Dalam beberapa hal, perbedaan cara pandang mereka dengan guru pamong membuat mereka sulit mencari jalan keluar dan berakhir dengan kemandekan. Oleh karena itu, temuan pada studi pendahuluan menegaskan perlunya menerapkan proses umpan-balik dialogis (PUBD) untuk mengatasi masalah tersebut di atas.
Penelitian tindakan ini dilakukan untuk menginvestigasi bagaimana PUBD dapat diterapkan untuk meningkatkan kompetensi mengajar calon guru bahasa Inggris. PUBD diadaptasi dari Gibbs (2004) yang didasari oleh konsep kerja Bakhtin (1981, 1984). Pengumpulan data dilakukan terhadap 13 mahasiswa tahun keempat pada Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris yang sedang mengikuti mata kuliah Program Pengenalan Lapangan (PPL) yang dibimbing oleh empat guru pamong dengan menggunakan serangkaian observasi mengajar dengan format skala lima, angket dengan pertanyaan terbuka dan tertutup, dan wawancara mendalam. Temuan terkait empat komponen kompetensi mengajar dianalisa secara kuantitatif dan dideskripsikan dengan menggunakan prinsip-prinsip “dialogisme” Bakhtin (1981, 1984) dan “segitiga umpan-balik” dari Yang dan Carless (2013).
Penelitian ini mengindikasikan bahwa setelah diobservasi, penerapan PUBD mampu menaikkan semua nilai komponen kompetensi mengajar; merancang dan melaksanakan proses mengajar, mengembangkan bahan ajar, memanfaatkan media ajar, dan memonitor pembelajaran dan menilai. Selain itu, PUBD mampu meningkatkan kesadaran calon guru untuk melakukan refleksi terhadap cara mengajar mereka. Respon mereka menunjukkan mereka mampu menyesuaikan umpan-balik dalam PUBD yang diberikan kedalam proses mengajar mereka. Dengan demikian, mereka mampu mengoptimalkan dan memanfaatkan kelebihan yang mereka miliki untuk mengatasi kekurangan, kendala, dan permasalahan dalam mengajar. Hal tersebut mampu menumbuhkan identitas dan rasa yakin yang keduanya dapat bermanfaat agar proses belajar berjalan baik dan kondusif.
Untuk itu, ada sejumlah kesimpulan terkait implementasi PUBD. Pertama, PUBD lingkungan belajar yang kondusif menjadi faktor ampuh untuk mencapai PUBD yang berhasil. Kedua, peningkatan kompetensi mengajar dapat dicapai jika PUBD dipahami, tepat waktu, dan spesifik sebagai bagian holistik dan berjenjang dalam Tutorial dan Asesmen. Ketiga, PUBD dapat berjalan baik jika guru pamong berperan sebagai penyedia umpan-balik yang bertanggung jawab penuh dan memiliki pengetahuan serta keterampilan yang memadai tentang bahasa Inggris dan pengajarannya serta pengetahuan dan praktik proses umpan-balik itu sendiri. Keempat, pelatihan-pelatihan yang sistematis, tertata, dan berkelanjutan sebelum dan selama implementasi PUBD membantu guru pamong untuk membangun, membentuk, dan mengintegrasikan pengetahuan dan keterampilannya. Kelima, PBUD yang bermakna, mudah dilakukan, dan fokus berfungsi sebagai asesmen berkelanjutan yang mendorong calon guru untuk memiliki kesadaran kultural dan interkultural, untuk mengalami ZPD, dan untuk menjadi calon guru yang mandiri.

 

Karya yang terkait

An analysis of reading comprehension questions in bahasa Inggris textbook for senior high school using revised bloom's taxonomy / Annafi Busyairi Madjidi

Implementasi kurikulum 1994 dan suplemen GBPP 1999 dalam pembelajaran bahasa Inggris di MAN Model Makassar / by Rappe

Pola interferensi morfologi, sintaksis, dan leksikal bahasa Inggris (B1) terhadap bahasa Indonesia (B2) pada ragam bahasa tulis mahasiswa asing tingkat advanced program CLS-UM tahun 2010 / Nur Aini H.S.

Penguasaan reseptif dan penguasaan produktif struktur klausa subordinatif bahasa Inggris mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Mulawarman Samarinda / by Mohammad Natsir

Kemampuan awal komunikasi tulis bahasa Inggris mahasiswa program studi bahasa Inggris Universitas Nusa Cendana / oleh Amideus Mansuetus Mandaru

Peningkatan kosakata bahasa Inggris dengan media gambar
siswa kelas IV SDN Bandulan V / oleh Sri Mursinah


Interferensi bahasa Indonesia terhadap penguasaan belajar bahasa Inggris siswa kelas 4 SDN Bendogerit VI Kodya Blitar / oleh Ratna Trieka Agustina

Pengaruh sistem tutor sebaya terhadap prestasi belajar
matematika pada siswa kelas V SDN Kiduldalem I Kecamatan
Klojen Kota Malang / oleh Setiyanda Usman Hadi


Pengaruh bimbingan orang tua terhadap prestasi belajar
siswa dalam pelajaran matematika di SDN Kauman I Kec.
Klojen Kota Malang / oleh Eny Budiastuti

Hubungan antara kebiasaan belajar dengan prestasi belajar
siswa kelas V di Sekolah Dasar Negeri Pisangcandi VII
Kecamatan Sukun Kota Malang / oleh Uji Hidayati

Pengaruh disiplin belajar terhadap prestasi belajar
matematika siswa kelas V SDN Mulyorejo I Kec. Sukun Malang / oleh Nunuk Iswahyuni

Pengaruh prestasi belajar matakuliah pengantar akuntansi dan bahasa inggris terhadap keterampilan mengoperasikan komputer akuntansi (Myob Accounting) mahasiswa Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang / Yeni Wahyu Aristiana

Perancangan paket media pembelajaran interaktif untuk memudahkan pembelajaran bahasa Inggris di kelas 3 sekolah dasar / Mahendra Purna

Pengembangan media flash card untuk mmbina kemampuan vocabulary dalam pembelajaran bahasa inggris siswakelas 5 SDN Sumbersari I Malang oleh Ana Mardiana

Pengembangan media pembelajaran CD interaktif pelajaran bahasa inggris di kelas V semester ganjil tahun ajaran 2011/2012 di SDLB Pertiwi Ponorogo / Tonang Baskoro

Pembelajaran keterampilan fungsional bahasa Inggris dengan pendekatan kebermaknaan di kelas I Madrasah Aliyah Negeri I Jakarta / by Hidayati

Pengembangan media pembelajaran permainan ular tangga dalam pembelajaran Bahasa Inggris untuk siswa kelas IV SD di SDN Bancer I Ngraho Kabupaten Bojonegoro / Agus Qomaruddin Ghufron

Perbedaan kecerdasan emosional antara mahasiswa bekerja dan tidak bekerja di Fakultas Bahasa Inggris STKIP PGRI Pasuruan / Ayu Dian Pratiwi

Character building in junior high school english language teksbooks a content analysis / Ida Puji Lestari

English teacher beliefs about English language teaching and their influence on classroom / by Christina Innocenti T.P


Exploring the reading habits of students of English Language Teaching Program / Angga Andika Putra

Elements of multiple intelligences in an English language coursebook for young learners / Sukaina Bunga Nainawa

The Correlation between the KAD/0452/TM/74 and the English language proficiency and the achievement in vocabulary / Abd. Rajab Johari

Reasons for the unwillingness of freshmen of English language teaching of Universitas Negeri Malang to speak up in the classroom / Nurkholis Septyoadi

Applying semi-autonomous learning activity in a listening class the students of english language education departement at Jember University / by Sudarsono

 

back to top

Copyright (C) 2009 UPT Perpustakaan Universitas Negeri Malang