Muatan Lokal Perpustakaan Universitas Negeri Malang - UM Digital Repository - UM Institusional Repository
 

Pencarian » Abstrak

 

KARYA ILMIAH - SKRIPSI

 


Toleransi berbahasa dalam komunikasi forum edukatif / Arief Rijadi

-- (Read : 1 Times)
 


Kode Buku : Rd 499.22183 RIJ t

Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia 2016
 

ABSTRAK

Rijadi, Arief. 2016. Toleransi Berbahasa dalam Komunikasi Forum Edukatif. Disertasi, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Imam Suyitno, M.Pd., Pembimbing (II) Dr. Sunaryo HS, S.H., M.Hum., Pembimbing (III) Dr. Mudjianto, M.Pd.

Kata Kunci: toleransi berbahasa, kaidah toleransi berbahasa, pragmatik, tindak tutur


Gairah semangat toleransi muncul di berbagai negara-bangsa di dunia sebagai wujud upaya pencerahan-pencerahan dalam masyarakat. Pencerahan-pencerahan itu merupakan konsepsi-konsepsi yang terdapat pada Humanisme, Renaissance, dan Reformasi di Inggris dan Prancis, dan juga Aufklärung di Jerman pada pertengahan abad 18. Nilai-nilai yang dijunjung tinggi dalam masa pencerahan ini adalah kebenaran, humanisme, dan toleransi. Pentingnya toleransi sebagai salah satu nilai yang dijunjung tinggi telah dikonsepsikan UNESCO ke dalam Deklarasi Prinsip-prinsip Toleransi tahun 1995. Konsep penting dalam toeransi adalah tenggang rasa. Tenggang rasa yang dimaksud berupa sifat atau sikap menghargai, membiarkan, dan membolehkan sesuatu yang diyakini masing-masing orang. Tenggang rasa dapat juga dimaksudkan sebagai sikap seseorang dalam mengindahkan kepentingan orang lain atau menimbang perasaan orang lain atas keyakinannya. Atas dasar konsep ini, sikap seseorang dalam berinteraksi perlu mempertimbangkan kepentingan dan perasaan orang lain dengan tindakan yang kita lakukan. Dalam penelitian ini tindakan tersebut berupa tindak berbahasa dengan menggunakan tuturan-tuturan yang dipilih. Pemakaian bahasa yang tepat dipilih masing-masing anggota masyarakat untuk mencapai komunikasi yang efektif. Fokus penelitian ini adalah sebagai berikut, pertama mendeskripsikan bentuk verbal tindak toleransi berbahasa yang diekspresikan dalam tuturan komunikasi forum edukatif; kedua, mendeskripsikan gaya tutur tindak toleransi berbahasa yang diekspresikan dalam tuturan komunikasi forum edukatif; dan ketiga, mendeskripsikan fungsi komunikasi tindak toleransi berbahasa yang terwadahi dalam tuturan komunikasi forum edukatif.
Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan pragmatik dan desain penelitian etnografi komunikasi. Penelitian ini dilaksanakan di kabupaten Jember yang masyarakatnya terdiri atas etnik Jawa, Madura, Using, Mandar, China, Arab, dan etnik lain yang datang kemudian. Data berupa unit-unit tuturan yang melibatkan penutur dan mitra tutur (pasangan tutur) dan konteks yang merepresentasikan tindak toleransi dengan sumber data dari peristiwa tutur komunikasi dalam forum edukatif. Data diperoleh dengan teknik pengamatan dan catatan lapangan. Analisis data dilakukan secara ekletik dengan langkah-langkah identifikasi dan klasifikasi, interpretasi, penyandingan, dan pemaknaan data sebagai tindak toleransi berbahasa.
Hasil penelitian menemukan empat hal, Petama, ragam tuturan toleransi berbahasa yang menggunakan (1) kata atau kelompok kata sapaan, (2) ungkapan yang meliputi ungkapan persembahan, deklaratif, imperatif, interogatif, dan interjeksi, (3) kata modalitas, dan (4) rujukan yang meliputi rujukan peraturan atau perundang-undangan, rujukan kebijakan, dan keagamaan. Kedua, ragam gaya tutur yang ditemukan dalam penelitian ini meliputi (1) gaya tutur basa-basi atau fatis, (2) gaya tutur penceritaan diri, (3) gaya tutur bercanda, (4) gaya tutur penyampaian informasi lugas, (5) gaya tutur penyampaian informasi terurai, (6) gaya tutur penyampaian informasi analogi, (7) gaya tutur pemberian alasan, (8) gaya tutur pengulangan,(9) gaya tutur pemfokusan, (10) gaya tutur pembandingan, (11) gaya tutur pengilustrasian, dan (12) gaya tutur pemerincian. Ketiga, ragam fungsi komunikasi tindak toleransi berbahasa meliputi (1) fungsi keharmonisan, (2) fungsi keakraban, (3) fungsi kemafhuman, (4) fungsi kejujuran, dan (5) fungsi kehormatan. Temuan penting dari ketiga fokus penelitian tersebut mengahasilkan kaidah toleransi berbahasa sebagai irisan atas aspek tutur yang meliputi aspek kesantunan, keseimbangan, sosial, psikologis, linguistik, dan akomodasi. Kaidah toleransi berbahasa dalam komunikasi forum edukatif terdiri atas (1) Tidak ada pemaksaan penggunaan kaidah berbahasa antarpartisipan tutur, (2)Terdapat keberterimaan antarpartisipan tutur terhadap keterbatasan kompetensi bahasa yang digunakan. Hasil penelitian ini disarankan untuk usaha-usaha tindak lanjut terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, khususnya ilmu pragmatik, bidang pendidikan, dan bidang kebijakan pembinaan kebangsaan.


 

Karya yang terkait

Studi penerapan CBSA bidang studi Bahasa Indonesia kelas lima (V) catur wulan satu (I) tahun ajaran 1987/1988 di Sekolah Dasar inti se Kecamatan Blimbing Malang
Aliyil Mushtofa

Pemborosan pemakaian kata dalam kalimat Bahasa Indonesia pada karangan murid kelas I SMAK Yos Sudarso" Batu / oleh Subiyati"

Problematik pengajaran Bahasa Indonesia di SD masyarakat bahasa Jawa dialek Osing Banyuwangi / Dendy Sugono

Hubungan kebiasaan membaca dengan kemampuan menulis karangan dalam pelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas V SDN Cemorokandang II kecamatan Kedungkandang Kota Malang / oleh Rudi Hartono

Penelitian soal EBTANAS Bahasa Indonesia SPG tahun 1983/1984
(sebuah kajian analitis terhadap butir-butir soal)
Hadi Suroso

Penerapan pendekatan kontekstual untuk meningkatkan keterampilan berbicara dan hasil belajar bahasa Indonesia pada siswa kjelas V SDN Jugo 02 tahun pelajaran 2010-2011 / Agus Devid Elfaidin

Interferensi gramatikal bahasa Indonesia terhadap bahasa Arab tulis (insya') mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab FPBS IKIP Malang / oleh Samsudin

A Child language development on pronominals in the Indonesian language in Malang-east java a case study / oleh Tatiek Komariah Danti

Analisis materi tata bahasa pembelajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing (BIPA) dalam buku teks bahasa Indonesia: Introduction to Indonesian Language and Culture, volume one, karangan Yohanni Johns / Nesti Intan Mawardhani

Some notes on English borrowings in the Indonesian language / Soewarto Soerodibroto

error analysis of diction in compositions of English speaking learners of Indonesian language at IKIP MALANG in 1994-1995 / by Sujiyati

Translation analysis in menu of mobile phone: the Indonesian language used in Nokia 3530 / Halim Rosyid

Spoken error correction as perceived by Indonesia EFL leaners in speaking class / Hairus Salikin

The use of videocast in improving the speaking ability of the third semester students of English Department at Sekolah Tinggi Agama Islam Ma'arif (STAI Ma'arif) Metro Lampung / Satria Adi Pradana

Analysis on the lesson plan of english speaking (SBC) at Public Senior High Schools in Malang / Andriys Ariesson Harieska Prajas

Developing the english syllabus for speaking skill for the students of electrical engineering study program of The State Polytechnic of Malang / Oleh Aly Imron

The Teaching of speaking at SMA Negeri 8 Malang / by Aminuddin

Using team interview to improve the speaking skills of Non-english Department at UIN Malang / Choirul Rozi

Pengembangan materi kepenyiaran radio untuk pembelajaran public speaking / Arya Pramuditta Wardhana

 

back to top

Copyright (C) 2009 UPT Perpustakaan Universitas Negeri Malang