Muatan Lokal Perpustakaan Universitas Negeri Malang - UM Digital Repository - UM Institusional Repository
 

Pencarian » Abstrak

 

KARYA ILMIAH - SKRIPSI

 


Pembuatan busana avantgarde dengan hiasan motif pa'tedong dan circle tail / Winni Ade Putri

-- (Read : 3 Times)
 


Kode Buku : Rp 646.47804 PUT p

Universitas Negeri Malang. Program Studi Tata Busana 2016
 

ABSTRAK

Putri, Winni Ade. 2016. Pembuatan Busana Avantgarde Dengan Hiasan Motif Pa’tedong Dan Circle Tail, Tugas Akhir, Teknologi Industri, Program Studi Diploma III Tata Busana, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Sri Eko Puji Rahayu, M.Si, (II) Dra. Endang Prahastuti,M.Pd.

Kata Kunci : Busana Avantgarde, Hiasan Motif Pa’tedong,Circle Tail.
Busana avantgarde merupakan karya yang bersifat kreatif, unik, eksperimental atau inovatif dalam desain serta teknik pengerjaannya terutama dalam bentuk penghormatan terhadap kultur dan kebudayaannya masing-masing.
Busana avantgarde dengan motif Pa’tedong dan circle tail ini terinspirasi dari bentuk tanduk kerbau yang di padu padankan dengan motif “Pa’tedong”, Pa’ tedong berasal dari kata Tedong yang dalam bahasa Toraja berarti kerbau. Ukiran ini menyerupai bagian muka seekor kerbau. Di Toraja, kerbau adalah binatang peliharaan yang utama dan sangat disayangi. Bagi masyarakat Toraja, kerbau punya fungsi ganda yaitu sebagai emas kawin, sebagai hewan pengolah sawah, alat transaksi dalam jual beli masyarakat Toraja, sebagai korban persembahan kepada dewa atau leluhur dan lain-lain.
Pembuatan busana avantgarde ini penulis mengombinasikan berbagai macam bahan tekstil yaitu shantung dan katun goni sebagai bahan utama dikarenakan kain katun goni memiliki tekstur kilau dan kuat tetapi dapat menyerap keringat sehingga jika dipadukan dengan shantung yang memiliki tekstur halus, lembut dan dingin maka busana ini akan terlihat kokoh dan glamour, dacron sebagai bahan pengisi hiasan, dan kain dormail sebagai furing busana. Penulis juga menggunakan perpaduan unsur gradarsi pada circle ekor pada gaun dan warna gold pada busana atas dengan leher depan membulat dan backless pada bagian punggung agar terlihat kesan feminin dengan siluet yang ramping. Sedangkan, detail hiasan perisai dada dan headband yang berbentuk tanduk kerbau menggunakan motif pa’tedong yang dibordir full. Hiasan bordir dilengkapi dengan taburan permata yang berkilau sehingga hiasan terlihat glamour.
Simpulan dan saran yang diperoleh dari pembuatan busana ini adalah Teknik menjahit tiap bagian circle pada dasaran circle yang telah diberi tanda jelujur dengan cara menjahit dari atas ke bawah ternyata menyulitkan seharusnya teknik menjahit dari bagian bawah terlebih dahulu dan diteruskan sampai circle bagian atas agar lebih mudah, Hasil jadi pada hiasan kepala kurang rapi karena jika dipakai masih mudah berubah bentuk seharusnya diberikan penegak dan penguat yang diselipkan pada bagian dalam hiasan agar pada saat dipakai tidak sakit dan tidak mudah jatuh, Penyelesaian untuk menyambung antara furing bagian atas dengan furing bagian bawah jika dijahit akan menyulitkan dan hasil jahitan tidak rapi maka sebaiknya penyelesaian furing dilakukan dengan teknik som dalam.

 

Karya yang terkait

 

back to top

Copyright (C) 2009 UPT Perpustakaan Universitas Negeri Malang