Muatan Lokal Perpustakaan Universitas Negeri Malang - UM Digital Repository - UM Institusional Repository
 

Pencarian » Abstrak

 

KARYA ILMIAH - SKRIPSI

 


Proposisi puisi karya anak / Rizka Amaliah

-- (Read : 24 Times)
 


Kode Buku : Rt 899.2211 AMA p

Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia 2015
 

   Bahasa anak menjadi salah satu kajian psikolinguistik yang selalu menarik perhatian. Salah satu realisasi bahasa anak, khususnya dalam konteks tulis, adalah puisi. Kajian mengenai anak-anak dan puisi merupakan sebuah upaya awal mencari celah untuk mengenalkan dan mengoptimalkan kepekaan anak terhadap penggunaan bahasa yang kompleks. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian berjudul Proposisi Puisi Karya Anak ini dilaksanakan.
   Penelitian ini tergolong jenis kualitatif, dengan pemanfaatan jejaring kata (word web) sebagai pendekatan analisis. Kegiatan analisis dan interpretasi dilakukan dengan memanfaatkan pengetahuan bidang ilmu psikolinguistik dan sastra anak sebagai dasar pengkajian. Kegiatan pengumpulan data dilakukan dengan penugasan untuk mendapatkan data berupa paparan proposisi yang terdiri atas rangkaian argumen dan predikasi (serta keterangan dan pelengkap) pada teks puisi karya siswa-siswi kelas IV, V, dan VI SDN Tlogosari 2 Tirtoyudo, Kab. Malang. Penelitian ini difokuskan pada kajian mengenai (1) hubungan argumen dan predikasi, (2) hubungan antarproposisi, (3) keunikan muatan proposisi sebagai wujud kreativitas dalam penulisan puisi, dan (4) perkembangan bahasa anak berdasarkan variasi proposisi dalam puisi.
   Sebagian besar teks puisi karya anak kelas IV s.d. VI menunjukkan kelogisan hubungan antara argumen dan predikasi pada masing-masing proposisi. Argumen dan predikasi pada puisi-puisi karya anak didominasi oleh kata dengan acuan konkret. Meskipun demikian, pada puisi-puisi karya anak kelas V dan VI muncul beberapa argumen yang sekilas tampak tidak berkaitan secara semantik, namun memiliki hubungan asosiatif bila ditelaah lebih mendalam.
   Temuan mengenai hubungan antarproposisi dalam puisi-puisi karya anak menunjukkan bahwa sebagian anak memiliki kemampuan menghubungkan satu proposisi dengan proposisi lain secara logis. Akan tetapi, beberapa anak—khususnya kelas IV—belum menunjukkan kemampuan menjalin keutuhan hubungan antarproposisi. Artinya, proposisi-proposisi yang muncul dalam puisi menunjukkan lompatan-lompatan informasi dan tidak membentuk sebuah kepaduan wacana.
   Keunikan muatan proposisi yang muncul pada puisi-puisi karya anak meliputi penggunaan citraan, bahasa figuratif, sarana retorika, dan penataan bunyi. Penggunaan citraan pada puisi anak, baik kelas IV, V, maupun VI didominasi oleh jenis citraan visual. Pada puisi karya anak kelas IV, terdapat tiga jenis citraan yang muncul, yakni visual, penciuman & pengecapan, dan gerak. Citraan taktil dan auditif baru muncul pada puisi karya anak kelas V dan VI. Penggunaan bahasa figuratif pada puisi karya anak kelas V dan VI menunjukkan lebih banyak variasi dibandingkan puisi karya anak kelas IV. Sarana retorika juga muncul sebagai wujud keunikan puisi. Adapun sarana retorika yang muncul pada puisi karya anak adalah ambiguitas, repetisi, mesodiplosis, paralelisme, kiasmus dan elipsis. Selain beberapa wujud keunikan yang telah disebutkan, penataan bunyi menjadi salah satu hal yang muncul secara intensif, baik pada puisi karya anak kelas IV, V, maupun VI.
   Hasil komparasi puisi karya anak menunjukkan perkembangan proposisi dari arah sederhana menuju kompleks sesuai dengan kematangan usia anak. Hal ini terlihat pada pilihan-pilihan argumen dan predikasi pada masing-masing proposisi dalam puisi. Seluruh puisi karya anak kelas IV menunjukkan penggunaan kata konkret dan relasi sintagmatis, sedangkan beberapa puisi (sebagian kecil) karya anak kelas V dan VI sudah menunjukkan penggunaan kata abstrak dan relasi paradigmatis.
   Temuan penelitian ini dapat dimanfaatkan dalam pelaksanaan pembelajaran di tingkat SD. Kemampuan siswa dan kecenderungan yang menjadi temuan penelitian, dapat digunakan sebagai salah satu landasan penentuan metode, materi, dan media pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran menulis puisi. Materi-materi pembelajaran, berupa naskah puisi seharusnya menunjukkan kelogisan hubungan antara argumen dan predikasi serta hubungan antarproposisi. Selain itu, teks-teks puisi dengan penggunaan kata abstrak yang mengarah pada penggunaan bahasa figuratif dan sarana retorika perlu disajikan secara bertahap sesuai dengan perkembangan pengalaman dan pengetahuan anak.
   Para peneliti dalam bidang kajian yang sama, dapat menjadikan hasil penelitian ini sebagai informasi awal untuk menentukan fokus penelitian. Berdasarkan temuan spesifik dalam penelitian ini, pelaksanaan penelitian pengembangan, baik metode, materi, maupun media pembelajaran menulis puisi disarankan untuk dilakukan. Selain itu, peneliti lain dapat melengkapi hasil kajian dengan memilih sumber data dari puisi-puisi karya anak kelas I, II, dan III SD, dengan fokus yang sama. Hal tersebut dapat memperkaya dan melengkapi pengetahuan mengenai perkembangan bahasa tulis (puisi) anak, khususnya di jenjang sekolah dasar secara menyeluruh.

 

Karya yang terkait

Pasemon" dalam wacana puisi Indonesia / oleh Sudaryono"

Pengembangan bahan ajar menulis puisi anak berbasis pendidikan karakter untuk siswa sekolah dasar / Ariva Luciandika

Pengunaan bahasa figuratif dalam "Air" antologi puisi anak (Kajian psikologi sastra) / Nuning Salimah

Karakteristik diksi dan gaya bahasa puisi anak surat kabar Kompas (sebuah kajian psikologi-semantik) / Sofiana Cahya Kamila

Meningkatkan kemampuan menulis puisi anak melalui media pembelajaran benda konkret pada siswa kelas III SDN Sumbersari 2 Malang / Deni Saherliawati

 

back to top

Copyright (C) 2009 UPT Perpustakaan Universitas Negeri Malang