Muatan Lokal Perpustakaan Universitas Negeri Malang - UM Digital Repository - UM Institusional Repository
 

Pencarian » Abstrak

 

KARYA ILMIAH - SKRIPSI

 


Pengembangan paket pelatihan keterbukaan diri bagi siswa SMP / Citra Dewi Nirwana P.

-- (Read : 1 Times)
 


Kode Buku : Rs 371.46 NIR p

Universitas Negeri Malang. Program Studi Bimbingan dan Konseling 2013
 

Pengembangan Paket Pelatihan Keterbukaan Diri Bagi Siswa SMP. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Nur Hidayah, M.Pd. (II) Irene Maya Simon, M.Pd.
Kata Kunci: pengembangan, paket pelatihan, keterbukaan diri.
Remaja merupakan usia peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Usia remaja berkisar 12-18 tahun berada pada usia SMP dan SMA. Pergaulan remaja tidak lagi terbatas pada lingkungan rumah. Remaja dituntut untuk mampu melakukan penyesuaian baru di sekolah maupun lingkungan masyarakat. Keadaan ini memberikan peluang bagi remaja untuk mencoba perilaku-perilaku baru. Akan tetapi pada kenyataannya banyak remaja yang sulit dalam melakukan penyesuaian sosial berkaitan dengan berkomunikasi. Sedangkan hal yang dilakukan konselor dalam rangka meningkatkan keterbukaan diri siswa masih belum ada karena keterbatasan waktu dan belum adanya perencanaan mengenai layanan pribadi sosial terkait keterbukaan diri. Tujuan pengembangan paket pelatihan ini adalah menghasilkan produk berupa paket pelatihan keterbukaan diri bagi siswa SMP Negeri 3 Proboliggo yang dapat digunakan oleh konselor untuk melaksanakan layanan bimbingan dalam meningkatkan keterbukaan diri siswa.
Pengembangan paket pelatihan keterbukaan diri ini mengikuti tahapan pengembangan yang diadaptasi dari model pengembangan Borg and Gall (1983). Adaptasi tahapan ini meliputi: 1) analisis kebutuhan, 2) penetapan jenis materi, 3) perumusan tujuan umum dan tujuan khusus paket pelatihan, 4) penyusunan produk, 5) uji ahli materi dan rancangan produk, 6) revisi dari uji ahli, 7) hasil revisi produk, 8) uji calon pengguna, 9) revisi dari calon pengguna, dan 10) produk akhir. Guna mengetahui paket pelatihan yang berterima secara teoritik maupun paraktis, dilakukan uji validitas terhadap tiga (3) subyek yaitu uji ahli materi (dua orang dosen BK), calon pengguna produk (konselor SMP) dan uji kelompok kecil 10 orang siswa kelas VIII. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data validitas produk adalah skala penilaian serta lembar saran.
Hasil pengembangan menunjukkan bahwa paket pelatihan keterbukaan diri bagi siswa SMP memiliki keberterimaan yang baik secara teoritis dan praktis dari segi kesesuaian, kegunaan, dan kemenarikan. Kesesuaian maksudnya bahwa paket pelatihan ini sesuai dan cocok digunakan untuk melatih keterbukaan diri bagi siswa SMP. Kegunaan dalam hal ini bahwa paket pelatihan ini dapat digunakan dan berguna bagi konselor sekolah dalam melatihkan keterbukaan diri khususnya berkomunikasi dengan orang lain. Kemenarikan dalam paket ini artinya secara fisik, isi, dan prosedur pelatihannya telah disusun secara menarik. Saran yang diberikan
dalam hal ini yaitu berhubungan dengan pemanfaatan yaitu 1) konselor diharapkan menggunakan paket pelatihan keterbukaan diri untuk memberikan layanan BK, 2) konselor disarankan meminta bantuan konselor pendamping apabila kegiatan pelatihan keterbukaan diri dilakukan dalam kelas besar. Bagi peneliti selanjutnya, yaitu 1) perlu diadakan uji lapangan, 2) perlu dibuat instrumen untuk mengetahui tingkat keterbukaan diri, 3) apabila paket pelatihan keterbukaan diri ini akan dilakukan oleh selain siswa SMP Negeri 3 Probolinggo, maka perlu adanya penyesuaian dengan kebutuhan siswa di fsekolah yang bersangkutan.

 

Karya yang terkait

Identifikasi keterbukaan diri siswa kelas X di SMA Negeri 3 Malang melalui analisis otobiografi / Eva Ratna Kusuma Dewi

Efektifitas konseling kelompok untuk meningkatkan keterbukaan diri pada siswa SMP / Inka Rizqi Amaliyah

Hubungan antara keterbukaan diri dan kebutuhan afiliasi dengan intensitas penggunaan situs jejaring sosial pada remaja di SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang / Elyana Dwi Ratnasari

Pengembangan panduan cybercounseling pendekatan realita untuk meningkatkan keterbukaan diri (self-disclosure) siswa SMK / Abi Fa'izzarahman Prabawa

Pengembangan modul bimbingan pribadi sosial untuk membentuk keterbukaan diri siswa SMP / Yudan Ari Purwanto

Hubungan kepercayaan diri dengan keterbukaan diri siswa kelasa X SMA Negeri 1 Ponggok Kabupaten Blitar / Pipin Okta Viani

Hubungan daya tarik interpersonal dengan keterbukaan diri pengguna situs jejaring sosial / Bagus Prassetyanto

Pengembangan paket pelatihan efikasi diri untuk mengatasi kecemasan siswa dalam menghadapi ujian / Septi Ratna Dwi Arumsari

Pengaruh pelatihan kerja (training) terhadap produktivitas kerja karyawan: studi pada karyawan Departemen Maintenance PT. Sorini Corporation Tbk. di desa Ngerong, Pasuruan oleh Ekawati Sri Wulandari

Evaluasi program Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) kejuruan sepeda motor (studi kasus di UPT Pelatihan Kerja Singosari)/ Rizal Fals Hadi Prayitno

Pengelolaan kegiatan orientasi lapangan pada pelatihan pendamping fasilitas kesehatan tingkat pertama angkatan XIII (studi kasus di Puskesmas Balongsari Kota Surabaya) / Zelviana Hani Pratiwi

Tanggapan peserta pelatihan tentang pelaksanaan pelatihan information technology dasar di UPT Pengembangan Kesejahteraan Sosial Malang / Eli Rahmawati

Pengembangan profesionalisme guru SD melalui program pelatihan : studi kasus pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo / oleh Supardji

Manual bantu diri konselor sebagai media pelatihan empati budaya terhadap klien siswa miskin / oleh Sulistyaningsih

 

back to top

Copyright (C) 2009 UPT Perpustakaan Universitas Negeri Malang