Muatan Lokal Perpustakaan Universitas Negeri Malang - UM Digital Repository - UM Institusional Repository
 

Pencarian » Abstrak

 

KARYA ILMIAH - SKRIPSI

 


Kebijakan ordonansi guru dan pendidikan Islam di Jawa Timur 1905-1942 / Akhmad Fajar Ma'rufin

-- (Read : 1 Times)
 


Kode Buku : Rs 297.64095982 MAR k

Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Sejarah 2011
 

Kata kunci: Ordonansi Guru, Pendidikan Islam, Jawa timur



Penelitian ini didasari oleh beberapa hal mengenai pendidikan Islam masa Hindia Belanda. Penerapan Ordonansi Guru diharapkan dapat menekan timbulnya revivalis. Perubahan politik pada 1900 mempengaruhi arah kebijakan pemerintah Hindia Belanda, terutama masalah agama. Kebijakan yang semula netral terhadap agama berubah hingga mendeskritkan salah satu agama. Adanya perlawanan dari umat Islam yang dipimpin haji atau guru agama pada abad XIX hingga XX menjadi alasan pemerintah Hindia Belanda memberlakukan kebijakan Ordonansi Guru. Kebijakan ini ini merupakan pengawasan terhadap pendidikan Islam terutama mengenai administrasinya revivalisme (kebangkitan) Islam, yang kita ketahui sebelumnya Islam pernah berjaya sekitar abad XVI dengan berkembangnya kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara seperti Aceh, Demak, Mataram, Cirebon, Banten dan sebagainya. Hal tersebut memiliki dampak tersendiri bagi pendidikan Islam terutama pesantren yang kelembagaannya saat itu non administratif dan pada abad XX perkembangannya meluas di Pulau Jawa terutama di wilayah Jawa Timur. Dampak Ordonansi Guru salah satunya yaitu nampak pada pondok pesantren di Jombang yaitu Tebuireng, pengasuhnya yakni K.H Hasyim Asy’ari sebelum melakukan pengajaran harus ijin terlebih dahulu terhadap bupati Surabaya, hal tersebut tentunya mempersulit siar dari seorang guru agama dan pada akhirnya muncul penentangan terhadap Ordonansi Guru oleh organisasi NU yang berbasis di Jawa Timur.
Berawal dari uraian diatas masih banyak hal yang dapat digali dan dikaji. Namun pokok tulisan ini diarahkan pada rumusan masalah sebagai berikut. Pertama, Bagaimana Pendidikan Islam masa pemerintahan Hindia Belanda. Kedua, Apa latar belakang perumusan Ordonansi Guru (1905-1942). Ketiga, Bagaimana Dampak Ordonansi Guru bagi pendidikan Islam di Jawa Timur (1905-1942).
Tulisan ini merupakan kajian historis maka metode yang digunakan adalah metode sejarah. Metode sejarah meliputi beberapa langkah: pemilihan topik, heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Disamping itu melalui wawancara dan mencermati tradisi lisan yang berkembang dikalangan pondok pesantren, kekurangan sumber tertulis bisa diatasi.
Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa (1) Pendidikan Islam di Jawa pada abad XIX hingga XX yakni pesantren mengalami perkembangan yang pesat, khususnya di wilayah Jawa Timur. Meski berada diatas tekanan dan pengawasan pemerintah Hindia Belanda, banyak pesantren besar yang lahir pada abad XX seperti pesantren Tebuireng, Pesantren Tambak Beras, dan Pesantren Gontor dan sebagainya; (2) Latar belakang diberlakukannya Ordonansi Guru yaitu akibat banyak timbulnya perlawanan berbasis tarekat yang dipimpin oleh Haji dan guru agama pada abad XIX hingga abad XX. Ordonansi guru 1905 mewajibkan guru agama meminta izin kepada bupati sebelum mengajar dan diubah pada 1925; (3) Ordonansi Guru memiliki dampak terhadap guru agama dan pesantren. Kebebasan guru agama dalam siar agama menjadi terhambat sedangkan bagi pesantren ordonansi ini tidak mudah dijalankan karena pesantren memiliki kelemahan dalam hal administrasi namun hal ini berdampak positif terhadap perbaikan administrasi pondok pesantren di Jawa Timur yang dipelopori oleh Tebuireng dengan dibentuknya sistem madrasah atau klasikal. Berlakunya Ordonansi Guru menimbulkan reaksi agar peraturan ini dihapuskan. Penentangan ini muncul dari organisasi Islam seperti SI, Muhammadiyah, dan NU. Khusus di Jawa Timur reaksi penentangan yang dilakukan oleh NU yang notabene anggotanya adalah orang-orang dari kalangan pesantren di Jawa Timur. Jadi dapat dikaitkan bahwa pondok pesantren di Jawa Timur juga ikut menentang Ordonansi Guru ini.
Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran: (1) Berkenaan dengan pendidikan Islam yakni pesantren diharapkan mampu bertahan dan eksis di era modern ini serta terus membenahi kekurangan terutama pada aspek administrasi. Walaupun kini sudah cukup baik namun tetap perlu adanya inovasi dan kedisplinan dalam menegakkannya.(2) Di harapkan bagi peneliti selanjutnya dapat mengembangkan penelitian ini terutama yang berkaitan dengan pendidikan Islam yakni pesantren. Banyak ruang kosong mengenai Ordonansi Guru yang masih dapat dikaji lebih lanjut dengan diadakannya penelitian yang lebih fokus pada pondok pesantren tertentu. Sekiranya penelitian tersebut berguna khususnya bagi pengembangan pesantren dimasa-masa mendatang.

 

Karya yang terkait

Peranan K.H. Raden Abdul Fattah dalam mengembangkan pendidikan Islam di Desa Mangunsari Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung / Muhammad Zaky Azymah

Penerapan analisis SWOT sebagai salah satu cara dalam menentukan strategi pemasaran (studi pada Sekolah Dasar Islam Plus Lembaga Sosial Pendidikan Islam Arrosyiid di Kota Mojokerto) / Arie Akbar Nugroho

Peran Sulan Muhammad Salahuddin dalam meningkatkan pendidikan Islam di Bima tahun 1917-1951 / Fitria

Implementasi pembuatan keputusan berbasis budaya organisasi (Studi multi kasus pada Dinas Pendidikan Islam Al-Multazam Mojokerto dan Sekolah Polisi Negera Mojokerto) / Mustiningsih

Pengembangan bahan ajar mata kuliah Sosiologi Pendidikan Islam Prodi PAI R2D2 / Revi Trimadona

Kontribusi K.H. Afandi dalam pengembangan pendidikan Islam di Kecamatan Rejotangan Kabupaten Tulungagung (1949-2001) / Devi Tika Pratiwi

Peranan KH. Masjkur dalam mengembangkan pendidikan Islam di Malang 1923-1992 / Lutfiah Ayundasari

Peranan Majelis Islam 'Ala Indonesia (MIAI) pada masa pendudukan bala tentara Jepang di Indonesia tahun 1942-1945 / oleh Suwarno Muhammad Chitro Sudarmo

Propaganda Pemerintah Pendudukan Jepang di Jawa Timur: syudi kasus penggunaan Ludruk sebagai media mobilisasi tahun 1942-1945 / Anggik Ika Wahyuningsih

Indonesia pada masa pendudukan Jepang 9 Maret 1942 - 17 Agustus 1945 / oleh Niniek Srie Soepomo

Peran Ordo Santa Ursula dalam bidang pendidikan di Malang (1900-1942) / Ivo Febrian Sirait

Klinik Lavalette 1918-1942: perkembangan dan kontribusi terhadap pelayanan kesehatan di Malang / Indun Retnowati

Gemeente Blitar (pendirian dan perkembangan sebuah kota pedalaman, 1906-1942) / Ulin Nihayatul Khoiriyah

Perjuangan angkasawan radio Indonesia di Jakarta tahun 1942-1945 / Hunter

 

back to top

Copyright (C) 2009 UPT Perpustakaan Universitas Negeri Malang