Muatan Lokal Perpustakaan Universitas Negeri Malang - UM Digital Repository - UM Institusional Repository
 

Pencarian » Abstrak

 

KARYA ILMIAH - SKRIPSI

 


Peningkatan keterampilan berbicara siswa kelas V SD melalui model numbered heads together (NHT) dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SDN Karangbesuki 01 kota Malang / Rochma Arini

-- (Read : 2 Times)
 


Kode Buku : Rs 372.622 ARI p

Universitas Negeri Malang. Program Studi S1 PGSD 2011
 

Kata kunci: keterampilan berbicara, Numbered Heads Together (NHT), SD


Penerapan model Numbered Heads Together setidaknya dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa karena siswa dituntut komunikatif dalam kegiatan pembelajaran. Berdasarkan hasil observasi awal terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia kelas V SDN Karangbesuki 01 Malang, guru masih menggunakan metode konvensional dan siswa pasif selama pembelajaran. Hasil belajar siswa rata-rata masih tergolong rendah. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata hasil belajar pratindakan yaitu 60,3 dan masih terdapat 20 siswa atau 55,6% belum mencapai ketuntasan belajar individu yang telah ditetapkan yaitu 60 sehingga masih jauh dari KKM yang ditentukan.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) penerapan model Numbered Heads Together yang terdiri dari tahap penomoran dengan memberikan topi kepala bernomor dan memberikan penamaan pada setiap kelompok, tahap pengajuan pertanyaan dilakukan dengan memberikan Lembar Kegiatan Kelompok (LKK) untuk didiskusikan, tahap berpikir bersama merupakan proses siswa bersama kelompok untuk diskusi LKK dan tahap pemberian jawaban merupakan langkah terakhir dimana seriap individu mampu memberikan jawaban atau mengomentari suatu persoalan faktual, (2) peningkatan keterampilan berbicara pada mata pelajaran Bahasa Indonesia setelah menerapkan model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) di kelas V SDN Karangbesuki 01 .

Subyek dari penelitian adalah siswa kelas V sebanyak 38 siswa yang terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 24 siswa perempuan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah PTK, dalam bentuk kolaboratif partisipatoris. Pelaksanaan PTK mengacu pada model siklus PTK oleh Iskandar meliputi empat tahap yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi. Sedangkan teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, tes, dokumentasi, dan catatan lapangan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) dalam pembelajaran Bahasa Indonesia terdiri dari pembuatan rancangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dan pembelajaran dengan menggunakan model tersebut. Hasil observasi aktivitas guru selama pembelajaran dengan menggunakan model Numbered heads Together (NHT) menunjukan prosentase pada siklus I sebesar 88,05 % meningkat ke siklus II dengan prosentase sebesar 97,6% dan hasil observasi dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dengan model Numbered Heads Together (NHT) pada siklus I memperoleh prosentase 74,9% meningkat pada siklus II memperoleh prosentase sebesar 100%. Selain itu juga dilakukan observasi terhadap siswa yang meliputi aktivitas dan keterampilan siswa dalam berbicara dengan materi persoalan faktual dalam pembelajaran Bahasa Indonesia yang diharapkan mampu merubah cara belajar siswa dari siswa yang cenderung pasif dalam berpendapat menjadi komunikatif. Selain itu dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar pada aspek keterampilan berbicara siswa. Aktivitas siswa yang diskor dari keaktifan, keberanian dan ketepatan jawaban, dari hasil observasi dapat terlihat dari skor rata-rata aktivitas kegiatan siswa disiklus I sebesar 74,9 dan pada siklus II skor rata-rata yang diperoleh meningkat menjadi 82,9. Hasil belajar siswa pada aspek keterampilan berbicara juga mengalami peningkatan. Hal ini terbukti dari rata-rata hasil dari keterampilan berbicara yaitu 60,3 dengan ketuntasan belajar kelas 44,4%, pada siklus I meningkat menjadi 71,8 dengan ketuntasan belajar kelas sebesar 72,2%. Sedangkan di siklus II mengalami peningkatan lagi menjadi 81,1 meskipun ada 3 siswa atau (11,6%) yang belum mencapai ketuntasan belajar secara individu, namun untuk ketuntasan belajar kelas sudah mencapai 88,6%. Berdasarkan hasil wawancara siswa dan guru dapat disimpulkan bahwa siswa sedikit demi sedikit mengalami peningkatan keterampilan berbicara khususnya dalam mengomentari persoalan faktual dengan baik daripada sebelum menerapkan model Numbered Heads Togeher (NHT).

Saran yang dapat diberikan oleh peneliti dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di SD adalah untuk Kepala Sekolah hendaknya memotivasi agar meningkatkan aktivitas dan hasil belajar dengan menerapkan model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT). Bagi Guru sebaiknya menerapkan model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) pada pelajaran Bahasa Indonesia dengan Kompetensi Dasar yang sama dengan tema yang berbeda agar siswa lebih komunikatif dalam mengomentari persoalan faktual dengan jelas. Bagi peneliti yang lain mengingat pada penelitian ini masih terdapat kekurangan, diantaranya belum bisa menuntaskan hasil belajar siswa seluruhnya, maka disarankan untuk mengkombinasikan penggunaan media pembelajaran lain yang lebih relevan , sekiranya mampu meningkatkan hasil belajar siswa pada aspek berbicara.

 

Karya yang terkait

 

back to top

Copyright (C) 2009 UPT Perpustakaan Universitas Negeri Malang