Muatan Lokal Perpustakaan Universitas Negeri Malang - UM Digital Repository - UM Institusional Repository
 

Pencarian » Abstrak

 

KARYA ILMIAH - SKRIPSI

 


Gemeente Blitar (pendirian dan perkembangan sebuah kota pedalaman, 1906-1942) / Ulin Nihayatul Khoiriyah

-- (Read : 4 Times)
 


Kode Buku : Rs 320.95982 KHO g

Universitas Negeri Malang. Program Studi Ilmu Sejarah 2010
 

Kata Kunci: Gemeente, Kota Blitar, Desentralisasi


Berdasarkan hasil paparan latar Sejarah Kota mempunyai peranan yang penting dalam mendiskripsikan perubahan administrasi, terutama dalam pelayanan publik. Salah satu gejala perubahan itu adalah Gemeente atau pemerintahan kota.. Pemerintah kota merupakan lembaga yang terbentuk setelah adanya desentralisasi. Salah satu kota yang mengalami pembentukan system perubahan pemerintahan itu adalah Gemeente Blitar.
Berdasar Latar belakang di atas, penulis merumuskan masalah, yakni, (1) bagaimana latar belakang penetapan Blitar sebagai Gemeente?, (2) bagaimana perencanaan dan program pembangunan Gemeente Blitar antara tahun 1911 - 1929?, dan (3) bagaimana langkah-langkah yang diambil oleh Gemeente Blitar sebagai konsekuensi dari penerapan status Gemeente?. Tujuan diadakan penelitian ini, adalah sebagai berikut: (1) mendeskripsikan latar belakang penetapan Blitar sebagai Gemeente, (2) mendeskripsikan perencanaan dan program pembangunan Gemeente Blitar antara tahun 1911 1929, dan (3) mendeskripsikan langkah-langkah yang diambil oleh Gemeente Blitar sebagai konsekuensi dari penerapan status Gemeente. Pada penulisan karya ilmiah ini peneliti menggunakan metode sejarah dengan pendekatan deskriptif naratif. Adapun langkah-langkah dalam penulisan sejarah digunakan metode sejarah yakni, pemilihan topik, heuristik, kritik, interpretasi, historiografi.
Hasil penelitian tersebut, antara lain sebagai berikut, (1) Latar belakang penetapan Blitar sebagai Gemeente adalah adanya keunikan yakni sebuah kota bukan Ibu kota karisidenan tetapi dijadikan Gemeente. Blitar merupakan sebuah kota pedalaman, terletak di lereng gunung kelud. Sebelum menjadi Gemeente, Blitar adalah Kabupaten. Pada tahun 1906 Kota Blitar memiliki pemerintahan sendiri, tidak lagi menjadi satu dengan Kabupaten Blitar. Penduduk Gemeente Blitar terdiri dari beberapa etnis. (2) Perencanaan dan program pembangunan Gemeente Blitar antara tahun 1911 1929 adalah untuk pembuatan dan perbaikan fasilitas umum. Gemeente dalam bidang financial, belum sepenuhnya mampu membiayai sendiri. Tujuan perencanaan dan program tersebut yakni, untuk memperlancar proses jalannya pemerintahan kota, serta membuat Penduduk Eropa merasa nyaman bertempat tinggal di Kota Blitar. (3) Langkah-langkah yang diambil oleh Gemeente Blitar sebagai konsekuensi dari penerapan status Gemeente adalah adanya permasalahan lokal, seperti peraturan perpajakan, yang senantiasa menyinggung hal-hal seputar kesejahteraan sosial bagi seluruh masyarakat, selain itu adanya keterkaitan desentralisasi yang
memicu modernisasi, dan adanya modernisasi tersebut yang akhirnya memicu komersialisasi.
Penulisan ini diharapkan supaya dapat digunakan menginspirasi penulis lain untuk melakukan penelitian dengan topik yang lebih menarik, karena masih banyak hal yang menarik lainnya khususnya yang berkaitan dengan sejarah tentang Gemeente (Pemerintah Kota) yang ada di daerah lain. Sehingga semakin bertambah pula kekayaan pengetahuan yang dimiliki oleh sejarah tentang pemerintahan yang ada di Indonesia pada masa Kolonial.

 

Karya yang terkait

Peningkatan keterampilan motorik halus melalui metode demonstrasi mencetak tanaman hias pada anak kelompok A di TK Negeri Pembina Kota Blitar / Popy Adityaningrum

Peningkatan hasil belajar matematika bangun ruang melalui model pembelajaran investigasi kelompok di kelas IV SDN Pagerwojo 03 kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar / Rika Kristina

Pemanfaatan media kereta huruf untuk meningkatkan kemampuan melafalkan huruf vokal pada anak tunagrahita kelas II di SDLB Kendalrejo Kabupaten Blitar / Aditya Dwi Taufikul Adha

Pengaruh pemberian reinforcement (penguatan) terhadap keaktifan siswa di dalam kelas pada mata pelajaran akuntansi kelas XI IPS SMA Negeri 2 Blitar / Winda Nur Cahyasari

Penyaluran Tenaga Kerja Melalui Bursa Kerja Khusus di SMK Islam 1 Blitar / Hernanda Rizkyka Poetra

Analisis retribusi pasar untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Blitar tahun 2008-2011 / Didik Crisna Atmojo

Peningkatan hasil belajar matematika tentangoperasi hitung campuran melalui model Make A- Match di kelas IV SDN Kesamben 06 Kabupaten Blitar / Agnes Agnes Mustika

Pengaruh Eropa terhadap perkembangan mode busana harian wanita di Jawa 1870-1942 / Elif Rahmayanti

Peranan poster dan mural sebagai alat komunikasi massa dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia pada tahun 1942-1948 di Pulau Jawa / Yudha Adi Purnomo

Perkembangan lembaga pencetak Pangrehpraja Osvia-Mosvia di Jawa pada tahun 1900-1942 / Maria. M. Hardikdilitawati Lito P. Lamarian

Sejarah pendidikan formal bagi perempuan di Jawa Timur masa Kolonial Belanda 1914-1942 / Eka Sulis Yuniarti

Peranan lagu perjuangan Indonesia para periode 1942-1949 / Febriantoro

Perlawanan pondok pesantren Tebu Ireng terhadap politik Islam Hindia Belanda 1900-1942 / Ana Pancawagi

The role of the 'ulama' during the Japanese occupation of Indonesia (1942-1945) / by Mourouzzaman Siddiqi

 

back to top

Copyright (C) 2009 UPT Perpustakaan Universitas Negeri Malang